Polusi Suara dan Cahaya dapat Mempengaruhi Ekologi

Penelitian menunjukkan, bising (dan cahaya) yang dihasilkan manusia dapat memberikan pengaruh yang signifikan pada komunitas ekologi, karena keduanya mengakibatkan perubahan densitas, keragaman dan ketergantungan berbagai jenis burung yang merupakan barometer dunia alamiah. Untuk membuat lingkungan alamiah yang lebih “gelap” dan lebih “sunyi” diperlukan intersepsi teknologi.

Beberapa hal berikut perlu untuk diperhatikan:

1. Penggunaan kendaraan listrik dan lampu LED akan membantu pengendalian polusi suara dan cahaya

2. Burung merupakan indikator sehat tidaknya lingkungan ekologi. Bising diperkirakan telah mempengaruhi proses perkembangbiakan dan cara mereka makan, sedangkan cahaya mempengaruhi jam biologis mereka (merubah waktu bangun dan bersarang)

3. Suara-suara Natural dan kegelapan langit malam juga penting bagi kualitas hidup manusia, dalam hal ini untuk membantu proses pemulihan dan penenangan batin.

4. Bising diketahui juga mempengaruhi kekayaan jenis ekologi. Lebih banyak kelompok burung yang bersarang di area yang sunyi dibandingkan di area yng berisik

5. Jenis Burung yang berkicau dengan frekuensi rendah, akan terganggu oleh bising industri. Jika kemudian burung ini berpindah tempat, maka akan mempengaruhi rantai ekosistem di tempat tersebut.

6. Disisi lain, jenis burung yang berkicau dengan frekuensi tinggi, barangkali tidak terpengaruh bising industri. Akan tetapi, jika predator atau makanan mereka terganggu oleh noise, maka ekosistemnya juga akan terganggu.

7. Burung pemakan serangga atau hewan kecil juga lebih sensitif terhadap bising dibanding burung pemakan biji-bijian atau tanaman, karena mereka menggunakan sinyal akustik untuk mendeteksi mangsanya. Jika ada bising berlebih, mereka akan kesulitan berburu mangsanya

8. Cahaya buatan akan mempengaruhi jam biologis beberapa species burung, termasuk waktu mencari makanan dan proses berkembangbiaknya. Akan jadi masalah jika kemudian mereka berkembang biak di waktu yang salah (misalnya salah musim)

9. Cahaya buatan juga akan mempengruhi perilaku binatang lain misalnya invertebrata, tikus dan kelelawar

10. Secara umum, bising dan polusi cahaya juga mempengaruhi keamanan dan adaptasi manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan dan makhluk hidup lainnya

Disarikan dari: http://www.mercurynews.com/ci_27539608/noise-and-light-pollution-alters-ecologies?source=infinite

Advertisements

Pentingnya Suara (dan Suara Detak Jantung) Ibu bagi Bayinya

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa suara ibu dan detak jantung ibu mungkin sangat mempengaruhi perkembangan otak bayi. Studi yang dilakukan pada beberapa bayi yang lahir prematur menunjukkan bahwa bayi yang mendengarkan rekaman suara ibunya relatif mengalami pertumbuhan otak (pada bagian auditory cortex) yang lebih baik/cepat dibandingkan bayi yang hanya mendengar suara normal ruang rawat bayi prematur. Belum diketahui dengan pasti, efek jangka panjang dari percobaan tersebut, akan tetapi hal ini menjadi catatan penting bahwa, seorang ibu harus intens berinteraksi secara audial dengan bayinya yang lahir prematur, dengan cara mengajak sang bayi bercakap-cakap pada saat mengunjunginya di ruang rawat prematur. Studi lain menunjukkan, bahwa bayi yang lahir prematur seringkali mengalami gangguan pendengaran dan gangguan bahasa.

Indera pendengaran adalah indera bayi yang pertama kali bekerja saat masih dalam kandungan ibunya. Banyak studi yang menunjukkan, interaksi yang intensif antara ibu dan bayi dengan media suara ibu menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bayi. Pada saat bayi dilahirkan, suara ibu nya lah yang akan membuatnya tenang, bukan suara orang lain (apabila sang ibu banyak berainteraksi secara audial selama proses mengandung). Apabila bayi lahir prematur, pada umumnya dengan alasan kesehatan, si bayi ditempatkan di dalam inkubator. Apabila si bayi kemudian selama beberapa minggu hanya terekspose oleh bising ruang perawatan, maka pada dasarnya si bayi kehilangan kontak dengan ibunya, sehingga akan mempengaruhi perkembangan otaknya yang distimuli oleh suara sang Ibu. Dengan kata lain inkubator menjadikan si bayi terputus secara sosial dengan ibunya. Oleh karenanya, sangat disarankan pada setiap kunjungannya, sang ibu harus senantiasa menggendong dan memberikan stimuli dengan cara berbicara pada si bayi atau menyanyikannya lagu. Suara rekaman bisa membantu, tetapi tidak bisa menggantikan pengaruh suara asli sang ibu.

Disarikan dari: http://health.usnews.com/health-news/articles/2015/02/23/sound-of-mothers-voice-in-womb-may-aid-fetal-brain-growth

 

 

 

 

 

Hospital Research 2015: Pengaruh Abfusor untuk Pengendalian Kebisingan dan Optimalisasi Privasi Wicara di Ruang Perawatan Intensif Rumah Sakit

Tantangan desain akustik di rumah sakit diantaranya adalah menyediakan komunikasi yang baik untuk mengurangi kesalahan prosedur tindakan medis namun tetap menjaga privasi wicara agar informasi rekam medis pasien tidak bocor ke pihak yang tidak diinginkan. Kedua hal ini telah menjadi isu hangat di Health Information Portability and Accountability Act (HIPAA), sebuah lembaga administrative dibawah Departemen Kesehatan Amerika Serikat dimana beberapa regulasinya telah menjadi acuan dunia. Sebagian besar produk industri untuk solusi akustik sering kali belum sesuai dengan peruntukan syarat kesehatan di rumah sakit misalnya kemudahan dibersihkan dan penggunaan bahan anti-bakteri.

Fokus dalam penelitian lanjutan yang diusulkan adalah melihat secara detail pengaruh pemasangan Absorber-Diffusor (Abfusor) pada akustika ruang perawatan intensif rumah sakit, terutama terkait dengan upaya meredam kebisingan sekaligus sifat mengarahkan pembicaraan ke arah yang diinginkan saja untuk menunjang privasi bicara.
Building Regulation Codes, aktivitas pelayanan kesehatan, dan tata letak ruang tertutup digunakan sebagai batasan dari penempatan abfusoruntuk mendapatkan solusi bagi desain akustik ruang yang efektif.

Beberapa teknik simulasi computer yang digunakan bersama pengukuran lapangan untuk melokalisasi sumber dan mengidentifikasi elemen-elemen penting yang menciptakan dampak yang besar. Dalam simulasi computer, perawatan abfusor dengan karakteristik mengadopsi produk industri yang diterapkan dalam elemen arsitektur termasuk tirai pembatas, furniture, dan art display pada permukaan dinding. Hasil penyempurnaan secara subjektif dievaluasi untuk mendapatkan pengalaman spasial yang diberikan oleh kemampuan auralization. Hasil ini menunjukkan perbandingan detail dari tiap-tiap variabel desain dihubungkan dengan kemampuannya memenuhi privasi bicara dan kebutuhan komunikasi. Studi ini menunjukkan batas-batas dan kemungkinan untuk perbaikan desain akustik ruang di unit rawat pasien di berbagai tahap desain yaitu pengendalian kebisingan dan terpenuhinya privasi ucapan.

Eksperimen dilakukan di laboratorium Fisika Bangunan dan Akustik, kelompok keahlian Teknik Fisika ITB dan di Laboratorium Akustik Teknik Fisika UGM dengan menggunakan metode pengukuran lapangan dan simulasi komputer. Pemodelan akustik ruang didasarkan pada kondisi eksisting dari beberapa rumah sakit dengan menggunakan pendekatan problem-based solving dan studi kasus. Beberapa model ruang perawatan intensif telah dikembangkan pada penelitian sebelumnya. Dengan metode ini, diharapkan hasil keluaran dari simulasi tersebut bisa langsung digunakan sebagai tolok ukur evaluasi dan perbaikan rancangan akustik di ruang perawatan intensif serta dapat digunakan untuk pengembangan standardisasi kenyamanan fasilitas kesehatan di Indonesia.

Team Riset: Dr Joko Sarwono (ITB), Dr. Sentagi S. Utami (UGM), Dr Iwan prasetiyo(ITB), Iva R.N. Azahra (ITB), dan Mahasiswa TA di Lab Akustik TF ITB dan TF UGM

Sistem Tata Suara Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke 69 tahun 2014 di Istana Presiden, Jakarta

Upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke 69 akan dimulai 1 hari lagi. Istana Presiden RI di Jakarta sebagai tempat diselenggarakannya acara utama yang dipimpin langsung oleh Presiden RI sudah hampir selesai bersolek. Saat artikel ini ditulis, tinggal pekerjaan dekorasi bunga dengan tema utama Jawa yang sedang berlangsung. Salah satu komponen pendukung acara yang berperan untuk suksesnya acara sehari penuh itu adalah Sistem Tata Suara (Sound System), terutama untuk kegiatan Upacara Bendera, Aubade, dan acara kesenian. Pelaksana yang ditunjuk untuk melaksanakan penyediaan sistem tata suara ini, dipilih melalui sistem tender elektronik.

Area Utama

Area Utama

Tahun 2014 ini, yang merupakan tahun ke 10 keterlibatan saya di acara ini, saya tidak diminta terlibat dari awal pemilihan penyedia jasa sistem Tata Suara, tetapi hanya diminta melakukan supervisi pelaksanaan, mulai gladi sampai hari H. Pelaksana kegiatan yang ditunjuk panitia 17 Agustus masih sama dengan tahun lalu. Yang membedakan adalah jenis-jenis Loudspeaker yang digunakan. Hal ini tetntunya mempermudah saya dalam melakukan koordinasi di lapangan. Gladi upacara dan aubade sudah selese dilaksanakan dengan lancar pada tanggal 14 Agustus 2014, sedangkan gladi kesenian yang menampilkan tarian Krincing Emas (DIY), persembahan lagu-lagu (Elfa’s Children Choir, Bastian, dan Baranita Diva), Tarian Kolosal dari UNJ, Marching Band Chevron, dan Tarian kolosal dari Pacitan Bumi Kaloka, sudah dilaksanakan dengan baik tanggal 15 Agustus 2014.

C360_2014-08-16-11-13-20-479

Sistem tata suara yang disediakan meliputi 2 sistem independent utama, tetapi bisa saling berkomunikasi, dan 1 sistem tambahan. Sistem utama pertama digunakan untuk melayani kegiatan Upacara Detik-detik Proklamasi , sedangkan sistem utama kedua digunakan untuk melayani kegiatan Aubade yang dilakukan begitu upacara selesai. Untuk kedua jenis kegiatan utama tersebut, daerah pendengar (audience areas) yang harus dilayani terdiri dari Tenda Utama di bagian depan Istana Merdeka (tempat Presiden, para Mentri, Anggota Dewan dan Duta Besar negara sahabat berada), Halaman depan istana Merdeka (tempat pasukan ABRI dan POLRI berbaris, termasuk Paskibraka), tenda samping kiri-kanan halaman Istana Merdeka (tempat undangan), serta tenda Aubade di sisi luar pagar menghadap ke Istana Merdeka). Sistem tambahan adalah sistem tata suara kecil yang tersebar di panggung-panggung kesenian daerah untuk menyambut tamu undangan.

C360_2014-08-16-11-14-32-066

Sistem utama pertama digunakan 2 kali pada tanggal 17 Agustus, yaitu pada Upacara Detik-detik Proklamasi yang biasanya dimulai 10 menit sebelum jam 10 pagi sampai selesainya Aubade, dan pada Upacara penurunan bendera di sore hari. Sistem ini menggunakan 2 cluster Loudspeakers utama yang menghadap ke arah pasukan Upacara, beberapa subwoofer yang terdistribusi di beberapa area, serta Loudspeakers distribusi terdelay di area VIP, setiap tenda (tenda samping kiri kanan dibagi masing-masing menjadi dua baris dengan zone delay yang berbeda-beda) dan tempat berkumpul pasukan dan paskibraka. Microphones yang disediakan adalah mic untuk Master of Ceremony (MC), Komandan Upacara, Inspektur Upacara (Presiden RI), Pembaca Teks Proklamasi, Pembaca doa, dan Mics ambient untuk pasukan, korsig dan paskibraka. Pengendali utama sistem ini berada di sisi kiri tenda Utama di dalam koridor depan Istana Merdeka. Target disain utama adalah suara harus berwibawa, jelas (clarity dan intelligibility speech tinggi) dan bebas dari Feedback.

C360_2014-08-16-11-17-13-733

Sistem utama kedua, digunakan untuk melayani kegiatan Aubade yang dilaksanakan pada bagian akhir Upacara Detik-detik Proklamasi. Loudspeakers utama berupa sepasang Line Array Loudspeakers yang terpasang di kanan kiri panggung Aubade, menghadap ke Istana, dan Loudspeakers Distribusi terdelay yang sama dengan yang digunakan di sistem utama pertama. Perbedaan sistem Loudspeakers distribusi ini terletak pada sistem delay nya. Microphones yang digunakan lebih banyak, yaitu untuk melayani instrument orchestra, penyanyi solo, dan Paduan Suara. Pengendali utama sistem ini terletak di tenda Aubade, tetapi terkoneksi dengan pengendali sistem utama pertama. Target desain utama adalah suara harus seimbang (tonal balance), harmonis (spectrum frequency), jelas (clarity dan intelligibility musical tinggi), warm (komponen frekuensi rendah cukup), timbre yang sesuai, listening level dan strength yang cukup, dan tidak feedback. Hal yang unik dari sistem ini adalah sweet spot berada di area pasukan, tetapi harus bisa menciptakan sweet spot tambahan di area Tenda Utama (Tenda Presiden). Pengaturan delay yang tepat dan pemilihan dan penempatan loudspeaker fill ini, menjadi kunci utama suksesnya sistem ini.

C360_2014-08-16-11-18-32-105

Semoga kegiatan tahun ini yang dimulai sejak 5 hari lalu ini lewat beberapa gladi dan dilaksanakan kembali oleh provider ke 4  akan memberikan hasil yang memuaskan. Dirgahayu ke 69 Republik Indonesia.

Soundscape di kota Bandung

Berikut ini adalah cuplikan beberapa persepsi para mahasiswa Topik Khusus A – Teknik Fisika ITB tentang Soundscape di beberapa lokasi di Kota Bandung:

“…. Saya melakukan perekaman suara pada jam makan siang, tepatnya antara pukul 12.33 sampai dengan pukul 12.38 WIB. Pada bagian awal rekaman, masih terdengar suara perbincangan orang-orang, walaupun tidak sekeras dan seintens yang saya ekspektasikan di awal. Suara sendok dan garpu yang bertabrakan dengan piring pun terdengar. Terkadang terdengar suara piring yang diletakkan diatas meja oleh pelayan, dan juga suara tangan yang dibantingkan pelan ke permukaan meja yang menyebabkan piring, sendok, dan garpu ikut berbunyi…. ” , at  6° 54′ 54.07″ S, 107° 35′ 48.03″ E

” … Hasil dari soundscaping, suasana di Taman Pengky sendiri cukup tenang, tidak ada sumber keriuhan. Namun berbeda dengan ekspektasi saya, ternyata disana jelas terdengar suara kendaraan yang lalu-lalang, menjadi sumber bising eksternal. Mengingat jalan Belitung sendiri termasuk jalur angkutan kota. Selain itu, saya juga hanya mendengar kicauan burung sesekali, padahal pohon-pohon di Taman Pengky cukup rindang. Hal yang sesuai dengan ekspektasi saya adalah adanya sekelompok pemuda yang sedang berkumpul disana… “, at -6.911942 LS dan 107.616123 BT

” … Ekspektasi saya datang di daerah ini yakni merasakan kesunyian karena tanahnya masih lapang walau ada proyek pembangungan apartemen tetapi hari masih pagi, jadi saya membayangkan belum ada pergerakan untuk memulai proyek itu. Dan
saya membayangkan hanya terdengar percakapan warga sekitar untuk memulai harinya serta suara pesawat dan kereta yang lokasinya memang tidak jauh dari daerah ini….”, at 6,89 Lintang Selatan dan 107,566 Bujur Timur

” …. Suara percakapan antara sesama pengunjung masih dapat terdengar walau tidak seramai biasanya. Suasananya cukup tenang walau masih padat pengunjung. Ketika masuk ke salah satu kios di lantai empat, suara dari luar bahkan hampir tidak terdengar karena memang pengunjung terkonsentrasi di lantai satu dan dua. Sedikit pengunjung yang berada di lantai empat. Sound system yang biasanya digunakan untuk memberikan pengumuman, saat ini juga difungsikan sebagai media hiburan dengan memperdengarkan lagu-lagu yang cukup terkenal di kalangan masyarakat…”, at 6°54’27.1″S 107°36’32.4″E

” … Suasana yang terasa adalah suasana tenang diselingi suara kendaraan dari jauh. Namun, suara selingan tidak hanya kendaraan. Namun juga suara serangga , suara terompet dari SESKOAD yang terletak di Jalan Martanegara, suara klakson mobil, serta suara pagar yang digeser. Diduga suara terompet tersebut dapat sampai ke Jalan Rancamanyar 4 No.4 akibat adanya pembiasan gelombang suara. Begitu pula suara kendaraan dari Jalan Turangga kemungkinan dapat terdengar akibat pembiasan gelombang suara. Dari apa yang saya dengar, dapat disimpulkan suasana di Jalan Rancamanyar 4 no.4 kenyataannya memang cukup tenang, dimana terasa suasana malam yang aktivitas penduduknya sudah jauh berkurang. Suasana tenang tersebut diselingi dengan suara lainnya yang menandakan masih ada aktivitas di radius beberapa kilometer dari tempat itu. Dapat disimpulkan juga, pada waktu dan tempat tersebut, gelombang suara memiliki waktu dengung yang cukup tinggi, yang semakin terasa karena sumber suara yang ada lebih sedikit daripada siang hari…”, at 6°56’01.1″S 107°38’14.0″E

” … Suara yang terdengar jelas justru adalah suara hewan (mungkin monyet) dari kebun binatang. Tidak ada suara mahasiswa yang terdengar, pun juga suara air dari kamar mandi. Seperti belum ada mahasiswa yang bangun. Karena itu suasana seperti jam enam pagi. Namun motor sesekali sudah terdengar berlalu lalang. Suara air sungai yang sedikit deras (karena setelah hujan) serta suara burung-burung membuat suasana pagi yang tenang dan cenderung dingin… “, at 6⁰53’31”LS, 107⁰36’23”BT

” … Suara koki yang sedang menyiapkan makanan, terutama ketika menggoreng atau membakar, dapat membangkitkan selera makan pengunjung. Di sisi lain, suara anak kecil yang berbicara kencang, percakapan para waiter dan suara lainnya, dalam tingkat tertentu, dapat membuat pengunjung merasa tidak nyaman. Kombinasi suara-suara ini dapat membuat suasana di restoran tersebut menjadi sangat tidak nyaman.
Suara musik yang diperdengarkan di restoran ini dimanfaatkan sebagai sound mask untuk meredam suara-suara yang dapat mengganggu kenyamanan pengunjung tersebut. Selain itu, lagu yang dipilih untuk diputar adalah musik yang temponya lambat dan mengalun. Kebanyakan lagu yang diputar adalah lagu-lagu instrumental dan lagu-lagu versi ‘akustik’. Lagu-lagu tersebut memberi kesan nyaman dan santai, sehingga pengunjung tidak terburu-buru ketika menikmati makanan yang disajikan dan betah berlama-lama di sana… “, at 6.903521o LS, 107.62339299999997o BT

“… Berdasarkan rekaman soundscape yang telah dilakukan, hasil yang diperoleh pun tidak jauh dari ekspektasi awal. Hal yang sedikit berbeda adalah terdapatnya musik ber-genre bossanova yang dimainkan sebagai background music. Dalam soundscape ini, dapat terdengar mayoritas suara yang diperoleh adalah suara percakapan remaja. Melalui suara tersebut dapat kita simpulkan, J.Co merupakan lokasi berkumpul yang dipilih remaja untuk menghabiskan waktu luang di akhir pekan…”, at -6.92672 107.63579