Hospital Research 2015: Pengaruh Abfusor untuk Pengendalian Kebisingan dan Optimalisasi Privasi Wicara di Ruang Perawatan Intensif Rumah Sakit

Tantangan desain akustik di rumah sakit diantaranya adalah menyediakan komunikasi yang baik untuk mengurangi kesalahan prosedur tindakan medis namun tetap menjaga privasi wicara agar informasi rekam medis pasien tidak bocor ke pihak yang tidak diinginkan. Kedua hal ini telah menjadi isu hangat di Health Information Portability and Accountability Act (HIPAA), sebuah lembaga administrative dibawah Departemen Kesehatan Amerika Serikat dimana beberapa regulasinya telah menjadi acuan dunia. Sebagian besar produk industri untuk solusi akustik sering kali belum sesuai dengan peruntukan syarat kesehatan di rumah sakit misalnya kemudahan dibersihkan dan penggunaan bahan anti-bakteri.

Fokus dalam penelitian lanjutan yang diusulkan adalah melihat secara detail pengaruh pemasangan Absorber-Diffusor (Abfusor) pada akustika ruang perawatan intensif rumah sakit, terutama terkait dengan upaya meredam kebisingan sekaligus sifat mengarahkan pembicaraan ke arah yang diinginkan saja untuk menunjang privasi bicara.
Building Regulation Codes, aktivitas pelayanan kesehatan, dan tata letak ruang tertutup digunakan sebagai batasan dari penempatan abfusoruntuk mendapatkan solusi bagi desain akustik ruang yang efektif.

Beberapa teknik simulasi computer yang digunakan bersama pengukuran lapangan untuk melokalisasi sumber dan mengidentifikasi elemen-elemen penting yang menciptakan dampak yang besar. Dalam simulasi computer, perawatan abfusor dengan karakteristik mengadopsi produk industri yang diterapkan dalam elemen arsitektur termasuk tirai pembatas, furniture, dan art display pada permukaan dinding. Hasil penyempurnaan secara subjektif dievaluasi untuk mendapatkan pengalaman spasial yang diberikan oleh kemampuan auralization. Hasil ini menunjukkan perbandingan detail dari tiap-tiap variabel desain dihubungkan dengan kemampuannya memenuhi privasi bicara dan kebutuhan komunikasi. Studi ini menunjukkan batas-batas dan kemungkinan untuk perbaikan desain akustik ruang di unit rawat pasien di berbagai tahap desain yaitu pengendalian kebisingan dan terpenuhinya privasi ucapan.

Eksperimen dilakukan di laboratorium Fisika Bangunan dan Akustik, kelompok keahlian Teknik Fisika ITB dan di Laboratorium Akustik Teknik Fisika UGM dengan menggunakan metode pengukuran lapangan dan simulasi komputer. Pemodelan akustik ruang didasarkan pada kondisi eksisting dari beberapa rumah sakit dengan menggunakan pendekatan problem-based solving dan studi kasus. Beberapa model ruang perawatan intensif telah dikembangkan pada penelitian sebelumnya. Dengan metode ini, diharapkan hasil keluaran dari simulasi tersebut bisa langsung digunakan sebagai tolok ukur evaluasi dan perbaikan rancangan akustik di ruang perawatan intensif serta dapat digunakan untuk pengembangan standardisasi kenyamanan fasilitas kesehatan di Indonesia.

Team Riset: Dr Joko Sarwono (ITB), Dr. Sentagi S. Utami (UGM), Dr Iwan prasetiyo(ITB), Iva R.N. Azahra (ITB), dan Mahasiswa TA di Lab Akustik TF ITB dan TF UGM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s