Sistem Tata Suara Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke 69 tahun 2014 di Istana Presiden, Jakarta

Upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke 69 akan dimulai 1 hari lagi. Istana Presiden RI di Jakarta sebagai tempat diselenggarakannya acara utama yang dipimpin langsung oleh Presiden RI sudah hampir selesai bersolek. Saat artikel ini ditulis, tinggal pekerjaan dekorasi bunga dengan tema utama Jawa yang sedang berlangsung. Salah satu komponen pendukung acara yang berperan untuk suksesnya acara sehari penuh itu adalah Sistem Tata Suara (Sound System), terutama untuk kegiatan Upacara Bendera, Aubade, dan acara kesenian. Pelaksana yang ditunjuk untuk melaksanakan penyediaan sistem tata suara ini, dipilih melalui sistem tender elektronik.

Area Utama

Area Utama

Tahun 2014 ini, yang merupakan tahun ke 10 keterlibatan saya di acara ini, saya tidak diminta terlibat dari awal pemilihan penyedia jasa sistem Tata Suara, tetapi hanya diminta melakukan supervisi pelaksanaan, mulai gladi sampai hari H. Pelaksana kegiatan yang ditunjuk panitia 17 Agustus masih sama dengan tahun lalu. Yang membedakan adalah jenis-jenis Loudspeaker yang digunakan. Hal ini tetntunya mempermudah saya dalam melakukan koordinasi di lapangan. Gladi upacara dan aubade sudah selese dilaksanakan dengan lancar pada tanggal 14 Agustus 2014, sedangkan gladi kesenian yang menampilkan tarian Krincing Emas (DIY), persembahan lagu-lagu (Elfa’s Children Choir, Bastian, dan Baranita Diva), Tarian Kolosal dari UNJ, Marching Band Chevron, dan Tarian kolosal dari Pacitan Bumi Kaloka, sudah dilaksanakan dengan baik tanggal 15 Agustus 2014.

C360_2014-08-16-11-13-20-479

Sistem tata suara yang disediakan meliputi 2 sistem independent utama, tetapi bisa saling berkomunikasi, dan 1 sistem tambahan. Sistem utama pertama digunakan untuk melayani kegiatan Upacara Detik-detik Proklamasi , sedangkan sistem utama kedua digunakan untuk melayani kegiatan Aubade yang dilakukan begitu upacara selesai. Untuk kedua jenis kegiatan utama tersebut, daerah pendengar (audience areas) yang harus dilayani terdiri dari Tenda Utama di bagian depan Istana Merdeka (tempat Presiden, para Mentri, Anggota Dewan dan Duta Besar negara sahabat berada), Halaman depan istana Merdeka (tempat pasukan ABRI dan POLRI berbaris, termasuk Paskibraka), tenda samping kiri-kanan halaman Istana Merdeka (tempat undangan), serta tenda Aubade di sisi luar pagar menghadap ke Istana Merdeka). Sistem tambahan adalah sistem tata suara kecil yang tersebar di panggung-panggung kesenian daerah untuk menyambut tamu undangan.

C360_2014-08-16-11-14-32-066

Sistem utama pertama digunakan 2 kali pada tanggal 17 Agustus, yaitu pada Upacara Detik-detik Proklamasi yang biasanya dimulai 10 menit sebelum jam 10 pagi sampai selesainya Aubade, dan pada Upacara penurunan bendera di sore hari. Sistem ini menggunakan 2 cluster Loudspeakers utama yang menghadap ke arah pasukan Upacara, beberapa subwoofer yang terdistribusi di beberapa area, serta Loudspeakers distribusi terdelay di area VIP, setiap tenda (tenda samping kiri kanan dibagi masing-masing menjadi dua baris dengan zone delay yang berbeda-beda) dan tempat berkumpul pasukan dan paskibraka. Microphones yang disediakan adalah mic untuk Master of Ceremony (MC), Komandan Upacara, Inspektur Upacara (Presiden RI), Pembaca Teks Proklamasi, Pembaca doa, dan Mics ambient untuk pasukan, korsig dan paskibraka. Pengendali utama sistem ini berada di sisi kiri tenda Utama di dalam koridor depan Istana Merdeka. Target disain utama adalah suara harus berwibawa, jelas (clarity dan intelligibility speech tinggi) dan bebas dari Feedback.

C360_2014-08-16-11-17-13-733

Sistem utama kedua, digunakan untuk melayani kegiatan Aubade yang dilaksanakan pada bagian akhir Upacara Detik-detik Proklamasi. Loudspeakers utama berupa sepasang Line Array Loudspeakers yang terpasang di kanan kiri panggung Aubade, menghadap ke Istana, dan Loudspeakers Distribusi terdelay yang sama dengan yang digunakan di sistem utama pertama. Perbedaan sistem Loudspeakers distribusi ini terletak pada sistem delay nya. Microphones yang digunakan lebih banyak, yaitu untuk melayani instrument orchestra, penyanyi solo, dan Paduan Suara. Pengendali utama sistem ini terletak di tenda Aubade, tetapi terkoneksi dengan pengendali sistem utama pertama. Target desain utama adalah suara harus seimbang (tonal balance), harmonis (spectrum frequency), jelas (clarity dan intelligibility musical tinggi), warm (komponen frekuensi rendah cukup), timbre yang sesuai, listening level dan strength yang cukup, dan tidak feedback. Hal yang unik dari sistem ini adalah sweet spot berada di area pasukan, tetapi harus bisa menciptakan sweet spot tambahan di area Tenda Utama (Tenda Presiden). Pengaturan delay yang tepat dan pemilihan dan penempatan loudspeaker fill ini, menjadi kunci utama suksesnya sistem ini.

C360_2014-08-16-11-18-32-105

Semoga kegiatan tahun ini yang dimulai sejak 5 hari lalu ini lewat beberapa gladi dan dilaksanakan kembali oleh provider ke 4  akan memberikan hasil yang memuaskan. Dirgahayu ke 69 Republik Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s