Pentingnya Akustik untuk Ruang Kelas Anak-anak

Salah satu faktor penting yang mempengaruhi proses belajar mengajar pada anak-anak di dalam kelas adalah terjaminnya proses komunikasi yang baik antara guru dan murid (dan sebaliknya). Dua faktor utama yang mempengaruhi proses mendengar di dalam ruangan kelas adalah kondisi akustik ruang kelas dan kemampuan mendengar anak (murid). Kondisi Akustik ruang kelas yang harus diperhatikan terutama adalah tingkat kebisingan dan waktu dengung ruang, serta rasio suara terhadap bising  (SNR).

Tingkat  kebisingan suara yang terjadi di ruangan kelas disebabkan oleh sumber dari luar ruangan (misalnya kendaraan yang lewat di jalanan di sekitar sekolah, aktifitas di dalam dan di luar lingkungan sekolah) dan sumber di dalam ruangan kelas (misalnya suara murid-murid, suara AC). Suara-suara tersebut pada akhirnya akan berkompetisi dengan suara guru, sehingga mengganggu proses komunikasi antara guru-murid dan sebaliknya. Jika tingkat bising terlalu tinggi, suara guru akan tenggelam di dalam bising, sehingga guru harus meningkatkan tingkat energi suara yang dikeluarkan (akibatnya guru lebih mudah letih). Faktor utama yang bisa digunakan untuk mengendalikan kebocoran/intrusi bising dari luar ruang kelas adalah dengan memastikan semua bukaan yang ada di ruang kelas memiliki sistem insulasi suara yang baik, sedangkan untuk mengendalikan bising yang bersumber dari dalam ruang kelas itu sendiri adalah dengan mengendalikan tingkat bising sumber yang menghasilkan suara.

Waktu dengung ruangan kelas memegang peranan penting dalam menciptakan tingkat kejelasan suara ucap dalam ruang. Waktu dengung ruang pada dasarnya berkaitan dengan jumlah energi pantulan yang dihasilkan oleh permukaan dalam ruangan, yang pada akhirnya mempengaruhi seberapa lama suara bertahan di dalam ruangan tersebut. Jumlah energi pantulan yang berlebihan ini akan berinteraksi dengan suara langsung dari guru yang datang ke telinga murid. Jika suara pantulan lebih dominan dari suara langsung, maka tingkat kejelasan suara ucapan akan menurun. Untuk mengatasi suara pantulan yang berlebihan ini, atau dengan kata lain menurunkan waktu dengung ruang kelas, dapat digunakan material penyerap suara, tentunya yang terbuat dari bahan yang aman bagi kesehatan respirasi murid dan guru. Waktu dengung yang disarankan untuk ruangan kelas adalah 0.45 – 1 detik tergantung dari volume ruangannya.

Selain Waktu Dengung ruang, Rasio Suara terhadap bising (Signal to Noise Ratio, SNR) adalah faktor akustik yang sangat mempengaruhi tingkat kejelasan suara ucapan di dalam ruangan kelas. Faktor ini terkait dengan seberapa besar energi suara ucap yang harus dihasilkan seorang guru dibandingkan dengan tingkat bising yang ada di dalam kelas. Suara guru berperan sebagai sinyal dan bising latar belakang (dan waktu dengung) memberikan kontribusi pada Noise Level. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat energi suara yang dihasilkan guru disarankan 15 dB diatas tingkat bising di ruang kelas (Untuk dapat memahami percakapan secara komprehensif, anak-anak memerlukan guru berbicara  9 dB lebih keras dibandingkan orang dewasa). Apabila hal tersebut dapat dicapai, maka proses belajar mengajar akan berlangsung dengan komprehensif karena murid dapat memahami dengan baik apa yang disampaikan oleh guru mereka. Untuk mengatasi masalah ini, penggunaan sistem tata suara yang baik menjadi solusinya. Sistem tata suara yang tidak hanya menghasilkan energi yang cukup, tetapi juga yang dapat menghasilkan tingkat kejelasan suara ucap (speech intelligibility) yang baik.

Hal lain yang perlu dicatat adalah, otak manusia baru berkembang sempurna pada saat usia mencapai 15 tahun. Hal ini juga mempengaruhi kemampuan mendengar manusia, karena sistem auditory nerve terkait dengan perkembangan otak. Oleh karena itu, kondisi lingkungan mendengar di ruangan belajar (ruang kelas) untuk  anak-anak ( < 15 tahun) menjadi lebih kritis dibandingkan dengan orang dewasa (>15 tahun). Sebagai konsekuensi logis dari kondisi ini, pertimbangan akustik pada perancangan ruang kelas untuk anak-anak (TK, SD dan SMP) menjadi lebih perlu diperhatikan dibandingkan dengan ruang kelas untuk remaja-dewasa (SMA dan Perguruan Tinggi).

Note: disarikan dari website http://www.classroomhearing.org/summary.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s