Soundscape di kota Bandung

Berikut ini adalah cuplikan beberapa persepsi para mahasiswa Topik Khusus A – Teknik Fisika ITB tentang Soundscape di beberapa lokasi di Kota Bandung:

“…. Saya melakukan perekaman suara pada jam makan siang, tepatnya antara pukul 12.33 sampai dengan pukul 12.38 WIB. Pada bagian awal rekaman, masih terdengar suara perbincangan orang-orang, walaupun tidak sekeras dan seintens yang saya ekspektasikan di awal. Suara sendok dan garpu yang bertabrakan dengan piring pun terdengar. Terkadang terdengar suara piring yang diletakkan diatas meja oleh pelayan, dan juga suara tangan yang dibantingkan pelan ke permukaan meja yang menyebabkan piring, sendok, dan garpu ikut berbunyi…. ” , at  6° 54′ 54.07″ S, 107° 35′ 48.03″ E

” … Hasil dari soundscaping, suasana di Taman Pengky sendiri cukup tenang, tidak ada sumber keriuhan. Namun berbeda dengan ekspektasi saya, ternyata disana jelas terdengar suara kendaraan yang lalu-lalang, menjadi sumber bising eksternal. Mengingat jalan Belitung sendiri termasuk jalur angkutan kota. Selain itu, saya juga hanya mendengar kicauan burung sesekali, padahal pohon-pohon di Taman Pengky cukup rindang. Hal yang sesuai dengan ekspektasi saya adalah adanya sekelompok pemuda yang sedang berkumpul disana… “, at -6.911942 LS dan 107.616123 BT

” … Ekspektasi saya datang di daerah ini yakni merasakan kesunyian karena tanahnya masih lapang walau ada proyek pembangungan apartemen tetapi hari masih pagi, jadi saya membayangkan belum ada pergerakan untuk memulai proyek itu. Dan
saya membayangkan hanya terdengar percakapan warga sekitar untuk memulai harinya serta suara pesawat dan kereta yang lokasinya memang tidak jauh dari daerah ini….”, at 6,89 Lintang Selatan dan 107,566 Bujur Timur

” …. Suara percakapan antara sesama pengunjung masih dapat terdengar walau tidak seramai biasanya. Suasananya cukup tenang walau masih padat pengunjung. Ketika masuk ke salah satu kios di lantai empat, suara dari luar bahkan hampir tidak terdengar karena memang pengunjung terkonsentrasi di lantai satu dan dua. Sedikit pengunjung yang berada di lantai empat. Sound system yang biasanya digunakan untuk memberikan pengumuman, saat ini juga difungsikan sebagai media hiburan dengan memperdengarkan lagu-lagu yang cukup terkenal di kalangan masyarakat…”, at 6°54’27.1″S 107°36’32.4″E

” … Suasana yang terasa adalah suasana tenang diselingi suara kendaraan dari jauh. Namun, suara selingan tidak hanya kendaraan. Namun juga suara serangga , suara terompet dari SESKOAD yang terletak di Jalan Martanegara, suara klakson mobil, serta suara pagar yang digeser. Diduga suara terompet tersebut dapat sampai ke Jalan Rancamanyar 4 No.4 akibat adanya pembiasan gelombang suara. Begitu pula suara kendaraan dari Jalan Turangga kemungkinan dapat terdengar akibat pembiasan gelombang suara. Dari apa yang saya dengar, dapat disimpulkan suasana di Jalan Rancamanyar 4 no.4 kenyataannya memang cukup tenang, dimana terasa suasana malam yang aktivitas penduduknya sudah jauh berkurang. Suasana tenang tersebut diselingi dengan suara lainnya yang menandakan masih ada aktivitas di radius beberapa kilometer dari tempat itu. Dapat disimpulkan juga, pada waktu dan tempat tersebut, gelombang suara memiliki waktu dengung yang cukup tinggi, yang semakin terasa karena sumber suara yang ada lebih sedikit daripada siang hari…”, at 6°56’01.1″S 107°38’14.0″E

” … Suara yang terdengar jelas justru adalah suara hewan (mungkin monyet) dari kebun binatang. Tidak ada suara mahasiswa yang terdengar, pun juga suara air dari kamar mandi. Seperti belum ada mahasiswa yang bangun. Karena itu suasana seperti jam enam pagi. Namun motor sesekali sudah terdengar berlalu lalang. Suara air sungai yang sedikit deras (karena setelah hujan) serta suara burung-burung membuat suasana pagi yang tenang dan cenderung dingin… “, at 6⁰53’31”LS, 107⁰36’23”BT

” … Suara koki yang sedang menyiapkan makanan, terutama ketika menggoreng atau membakar, dapat membangkitkan selera makan pengunjung. Di sisi lain, suara anak kecil yang berbicara kencang, percakapan para waiter dan suara lainnya, dalam tingkat tertentu, dapat membuat pengunjung merasa tidak nyaman. Kombinasi suara-suara ini dapat membuat suasana di restoran tersebut menjadi sangat tidak nyaman.
Suara musik yang diperdengarkan di restoran ini dimanfaatkan sebagai sound mask untuk meredam suara-suara yang dapat mengganggu kenyamanan pengunjung tersebut. Selain itu, lagu yang dipilih untuk diputar adalah musik yang temponya lambat dan mengalun. Kebanyakan lagu yang diputar adalah lagu-lagu instrumental dan lagu-lagu versi ‘akustik’. Lagu-lagu tersebut memberi kesan nyaman dan santai, sehingga pengunjung tidak terburu-buru ketika menikmati makanan yang disajikan dan betah berlama-lama di sana… “, at 6.903521o LS, 107.62339299999997o BT

“… Berdasarkan rekaman soundscape yang telah dilakukan, hasil yang diperoleh pun tidak jauh dari ekspektasi awal. Hal yang sedikit berbeda adalah terdapatnya musik ber-genre bossanova yang dimainkan sebagai background music. Dalam soundscape ini, dapat terdengar mayoritas suara yang diperoleh adalah suara percakapan remaja. Melalui suara tersebut dapat kita simpulkan, J.Co merupakan lokasi berkumpul yang dipilih remaja untuk menghabiskan waktu luang di akhir pekan…”, at -6.92672 107.63579

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s