Bahan Penyerap Suara (Absorption Material)

Bahan Penyerap Suara memiliki tugas penting didalam mengendalikan medan suara didalam ruangan sesuai dengan fungsi ruangan tersebut. Bahan penyerap suara ini seringkali disebut sebagai material kedap suara, sebuah istilah yang menurut hemat penulis adalah sebuah istilah yang tidak tepat. Dalam sebuah konsep akustik ruangan, harus dibedakan antara fungsi kedap (sound proofing) dan fungsi pengendalian (sound controling). Dalam kedua fungsi, diperlukan bahan penyerap suara ini.
Ada dua tipe utama bahan penyerap suara, yaitu Bahan Penyerap Suara Berpori (Porous Absorber) dan Bahan Penyerap Suara tipe Resonansi (resonant Absorber). Kedua tipe penyerap suara ini berbeda dalam hal mekanisme penyerapan energi suara.
Bahan berpori seperti karpet, korden, foam, glasswool, rockwool, cellulose fiber, dan material lunak lainnya, menyerap energi suara melalui energi gesekan yang terjadi antara komponen kecepatan gelombang suara dengan permukaan materialnya. Bahan penyerap suara tipe ini akan menyerap energi suara lebih besar di frekuensi tinggi.
Tipikal kurva karakteristik penyerapan energi suaranya sebagai fungsi frekuensi, dapat dilihat pada gambar berikut:

(c) D.M. Howard & J. Angus: Acoustics and Psychoacoustics, 3rd ed

Bahan penyerap suara ini akan menyerap energi suara lebih besar pada frekuensi rendah atau menengah, apabila jarak material ke dinding atau ketebalan material bila ditempel langsung ke dinding lebih besar daripada seperempat panjang gelombang yang ingin dikendalikan, sebagai mana terlihat pada kurva berikut:

(c) D.M. Howard & J. Angus: Acoustics and Psychoacoustics, 3rd ed.

Bahan penyerap suara tipe resonansi seperti panel kayu tipis, menyerap energi suara dengan cara mengubah energi suara yang datang menjadi getaran, yang kemudian diubah menjadi energi gesek oleh material berpori yang ada di dalamnya (misal oleh udara, atau material berpori). Ini berarti, material tipe ini lebih sensitif terhadap komponen tekanan dari gelombang suara yang datang, sehingga lebih efektif apabila ditempelkan pada dinding. Bahan penyerap tipe ini lebih dominan menyerap energi suara ber frekuensi rendah. Frekuensi resonansi bahan ini ditentukan oleh kerapatan massa dari panel dan kedalaman (tebal) rongga udara dibaliknya .
Tipikal respon frekuensi bahan penyerap tipe ini adalah sebagai berikut:

(c) D.M. Howard & J. Angus : Acoustics and Psychoacoustics, 4 ed.

Tipe lain dari bahan penyerap suara ini adalah apa yang disebut sebagai Resonator Helmholtz. Efektifitas bahan penyerap suara tipe ini ditentukan oleh adanya udara yang terperangkap di “pipa atau leher” diatas bidang berisi udara (bentukan seperti leher botol dsb). Permukaan berlobang menjadi ciri utama resonator yang bekerja pada frekuensi tertentu, tergantung pada ukuran lubang, leher, dan volume ruang udaranya.

(c) D.M. Howard & J. Angus : Acoustics and Psychoacoustics, 4 ed.

Apabila diinginkan sebuah dinding yang memiliki frekuensi kerja yang lebar (rendah, menengah, dan tinggi), maka harus digunakan gabungan ketiga bahan penyerap suara tersebut. Kombinasi antara proses gesekan dari komponen kecepatan gelombang suara dan resonansi dari komponen tekanan gelombang suara, akan membuat kinerja penyerapan energi suara oleh dinding atau partisi besar untuk seluruh daerah frekuensi.

(c) D.M. Howard & J. Angus : Acoustics and Psychoacoustics, 4 ed.

8 thoughts on “Bahan Penyerap Suara (Absorption Material)

  1. Selamat siang,
    Saya sedang mencoba usaha untuk membuat industri sound absorber dari ampas tebu dan sabut kelapa, berbentuk softboard dengan density yang bisa diatur….
    Bolehkah saya belajar atau menjalin kerja sama dengan bapak?
    HP 082124009354
    Terima kasih.

    • Silakan Mas Achsan,

      Kalau perlu pengukuran dengan Impedance Tube, silakan datang ke Lab kami di Teknik Fisika ITB

      Salam

      JS

  2. Yth Bpk Jokosarwono

    Selamat sore,

    Mohon petunjuk Bpk, bgmn mengatasi suara berisik yg sangat memekakkan telingah dari luar rumah. Masalahnya pak, suara itu sangat kencang akibat dari banyaknya kendaraan anak2 muda dgn knalpot yg tdk standard dan suara knalpotnya sangat keras.

    Terima kasih

    • Mas Mulya, cara paling efektif untuk mengendalikan suara bising adalah dari sumbernya, jadi kalau sumber suaranya adalah knalpot, ya knalpotnya yg harus di permak…;), akan tetapi kalau itu tidak memungkinkan, ya terpaksa dikurangi di jalur perambatan, misalnya dengan tanaman padat, atau memasang bahan penyerap suara di tempat2 tertentu, misalnya lubang angin, sesuai dengan kebutuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s