Waktu Dengung Formulasi Sabine

Salah satu formulasi perhitungan waktu dengung yang paling banyak digunakan para desainer ruangan adalah rumusan waktu dengung (reverberation time) yang diformulasikan oleh Sabine. Dalam formulasi yang diturunkan berdasarkan percobaan empiris, Sabine menyatakan bahwa waktu dengung (T60) berbanding lurus dengan Volume Ruangan (V) dan berbanding terbalik dengan Luas Permukaan Ruangan (S) dan rata-rata Koefisien Absorpsi permukaan ruangan (alpha). Formulasi ini sampai saat ini masih sering digunakan orang, terutama di dalam proses awal desain dan penentuan material finishing ruangan, sesuai dengan fungsi ruangannya.

Formula Sabine: T60 = 0,161 V / S.alpha

Beberapa hal yang seringkali dilupakan dalam aplikasi formula ini adalah:

1. T60 adalah fungsi frekuensi, karena Koefisien Absorpsi (Alpha) adalah fungsi frekuensi.

2. Formula ini dibuat dengan asumsi, seluruh permukaan ruang memiliki probabilitas yang sama untuk didatangi energi suara.

3. Formula ini disusun dengan asumsi Medan Suara Ruangan bersifat Diffuse.

4. Formula ini hanya “berlaku” dengan baik apabila rata-rata Alpha < 0,3 dan perbedaan Alpha antar material penyusun partisi tidak terlalu besar. Untuk harga Alpha rata-rata > 0,3, formula ini akan memberikan kesalahan T60 > 6%.

5. Harga T60 yang dihasilkan dengan formula ini adalah harga rata-rata saja,sehingga tidak menunjukkan kondisi di setiap titik dalam ruangan.

note: Formulasi Sabine ini kemudian disempurnakan oleh Norris-Errying.

(T60 = -0,161 V/S.ln(1-Alpha)

5 thoughts on “Waktu Dengung Formulasi Sabine

      • sama-sama pak, hanya saja saya tidak menemukan referensi yang bagus mengenai 0,16 hehe
        sedangkan nilai 55,3 dapat dilihat pada buku “Brinkmann, K. 1995. Acoustics Vol. 2. International Organization for Standarization, Genevé. Switzerland.”

  1. menurut saya, ini hanya masalah penggunaan asumsi, apakah c (kecepatan rambat suara di udara) dianggap “konstanta” atau tidak. Kalau dianggap “konstanta”, maka angka 0,16 itu muncul, kalau dianggap “variable” (berubah terhdap kondisi temperatur dan kelembaban di ruang pengukuran), maka 55,3/c yang muncul ….:)
    Harus dihubungkan juga tentunya dengan different limen (JND: just noticable different) dari waktu dengung, eg. apakah 1,5 detik berbeda dengan 1,52 detik misanya.
    Mereka yang menggunakan 0,16 pada umumnya berpegang pada asumsi bahwa, jarang sekali terjadi perubahan temperatur dan kelembaban udara di ruang pengukuran (krn pada umumnya ruangannya terkontrol kondisi udaranya) yang tiba-tiba dan drastis, sehingga cara pengukuran lebih praktis (tidak perlu mengukur harga c).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s