Suara Manusia: Unik kah?

Manusia diciptakan oleh Sang Maha Pencipta penuh dengan keunikan. Kepala manusia, tidak ada yang identik, even untuk anak yang kembar identik sekalipun. Dalam dunia identifikasi untuk keperluan forensik, pada umumnya penyidik menggunakan Sidik Jari sebagai tanda unik seorang manusia. Sidik jari juga digunakan untuk identifikasi seseorang dalam sistem informasi, seperti password. Hal lain yang digunakan adalah karakter Retina mata. Retina mata juga diciptakan unik untuk setiap manusia. Identifikasi retina juga sudah banyak digunakan dalam bidang forensik maupun Information Security.  Seiring dengan perkembangan dunia kedokteran/biologi, DNA kemudian menjadi salah satu alat identifikasi keunikan seorang manusia.  Sidik jari, retina mata dan DNA adalah ciri keunikan manusia yang sifatnya statis.

Bagaimana dengan suara? Dengan pendekatan source-filter model, pada dasarnya setiap manusia dikaruniai dengan sebuah sistem pembangkit suara (rongga perut-membran-rongga dada) vocal fold dan sistem modulator/resonator yang kompleks  (filter) yang disebut vocal tract (mulai dari laryng sampai bibir). Sistem Vocal tract manusia bersifat unik, sehingga pada kondisi normal suara seorang manusia adalah unik. Sehingga, kalau kita sudah pernah mendengar suara seseorang (berulang-ulang), kita bisa dengan mudah mengenal orang dari suaranya sajah. Itu sebabnya suara mulai digunakan sebagai identitas unik manusia dalam dunia forensik maupun sistem security informasi. Akan tetapi, berbeda dengan sidik jari, retina dan DNA, identitas suara manusia bersifat dinamis. Perubahan kondisi psikis maupun kondisi fisik vocal tract (misalnya sakit flu) akan mengubah karakter resonansi atau filtering, sehingga suara manusia tersebut bisa berubah. Perubahan tersebut tentu saja bisa dilakukan dengan sengaja, misalnya seperti yang dilakukan oleh para pemain drama atau aktor monolog, yang bisa menirukan suara orang lain.

Oleh karenanya, identifikasi suara untuk keperluan forensik menjadi sangat kompleks, tidak seperti identifikasi sidik jari, retina maupun DNA yang lebih straightforward. Sebuah penelitian tengah dilakukan di Teknik Fisika ITB, untuk menganalisis suara yang dengan sengaja diubah karakternya. Target yang ingin diketahui adalah, karakter apa yang tetap tidak berubah walaupun warna suara ucapannya adalah suara orang lain.

13 thoughts on “Suara Manusia: Unik kah?

  1. Menurut saya “unik dan tidak unik” pak!

    Unik? Setuju karena suara tersebut dipengaruhi oleh dua hal:
    (1) keunikan bentuk vocal tract setiap manusia, dan sampai batas tertentu ada fleksibilitas bentuk (kontraksi otot) yang diatur oleh otak
    (2) keunikan knowledge and experience otak yang berbeda, berpotensi mengarahkan fleksibilitas vocal tract ke arah yang berbeda walaupun bentuk dasar vocal tract nya sangat mirip

    Tidak unik? Saya punya saudara dimana satu keluarga wajahnya mirip semua dan suaranya juga sangat mirip. Jika mengandalkan kalimat pendek, saya sulit membedakan itu suara siapa (disini peranan kemiripan bentuk vocal tract), tetapi begitu kalimat panjang, saya sudah mulai bisa mengenali ini orang yang mana, berdasarkan content dan intonasinya (disini peranan otak sebagai pengendali fleksibilitas vocal tract).

    Jadi dengan keterbatasan akurasi telinga manusia, untuk sample yang jumlahnya terbatas, manusia sering menganggap beberapa suara terentu berasal dari orang yang sama.

    Bagaimana dengan pengenalan karakteristiknya dengan alat ukur (komputer)? Sering terjadi kesamaan atau overlap parameter juga. Why? karena ada fleksibilitas yang dikendalikan otak yang pada kondisi tertentu bisa menyebabkan bentuk vocal tract yang “secara kebetulan” sama atau sangat mirip.

    Ini hanya pemikiran dan pengalaman saya saja pak, yang masih harus dibuktikan secara akurat. Mudah-mudahan share ini bermanfaat.

    Salam dari Labtek 8
    Arry Akhmad Arman

  2. Setuju Pak Arry, itu sebabnya untuk menganalisis karakter suara seseorang untuk keperluan identifikasi, diperlukan sample (dan pengulangan) yang tidak sedikit. Dan utk alasan itu pula identifikasi suara seringkali menggabungkan metode analisis objective speech signal (pitch-formant analysis base on source-filter model) dan metode analisys (subjective) auralisasi yang melibatkan object manusia sebagai pendengar.
    Disisi lain, Mengingat kemampuan otak manusia utk ‘memodulasi/memanipulasi’ fungsi vocal tract maka muncullah penelitian utk mengamati karakter ucapan yang secara aktif dimanipulasi (active disguise speaker) itu…. thanks for sharing….. dan jangan kapok ditanya-tanya…he-he…

    salam dari Labtek 6…. JS

  3. gimana dengan suara saya?
    suara saya pelan dan fals,jadi saya takut/ragu2 untuk berbicara,apalagi untuk nyanyi gak nekat.
    gimana cara kerja suara manusia yg mudah di fahami?
    saya ingin agar suara saya keras/tdk pelan
    walau fals gak apa2 asal keras

    adakah tips untuk itu?
    thanks

  4. Walopun secara umum terdapat beberapa manusia yg memiliki kemiripan suara baik mereka masih dalam satu keluarga atau tidak.
    Namun adanya perbedaan suara tiap manusia juga masih banyak prosentasenya. Sebagai contoh gamblang perbedaan suara laki-laki dan perempuan
    Pertanyaan saya apa sih yang menyebabkan perbedaan tersebut??
    Apakah usia? makanan? gender? atau lainnya?
    Terima kasih

  5. Pak mau nanya,aku cowok.mempunyai suara yg pelan.apakah ada trik khusus untk menjadikan suara pelan saya menjadi bisa lebh keras,karena tntuatn pkerjaan untk mempunyai suara yg keras,guna menyampaikan materi kepada teman2.sebelumnya saya ucpkan bnyak terima kasih atas jawbannya.

  6. Bapak bilang kalau mengacu pada standar operasi yang berlaku di Amerika, saya mendapat info dari buku yang ditulis oleh Muhammad Nuh Al-Azhar dalam bab audio forensic dituliskan bahwa mengacu pada ‘spectographic voice identification: a forensic survey’ disusun oleh Koeing B.E. dari FBI bahwa minimal 20 kata yang memiliki kesamaan suara barang bukti dan suara pembanding. Apabila kurang 20 kata, maka status suara barang bukti adalah tidak memenuhi syarat audio forensic, sehingga tidak dapat dilakukan analisis voice recognition. Nah saya menemukan dalam analisis bapak dalam putusan wafid muharam bahwa tidak hanya 20 kata, tapi ada juga 15 kata. Mohon penjelasannya pak Joko. Terima Kasih.

    • Pak Joni, terima kasih sudah mampir. Jumlah yang disarankan memang 20 pasang kata, tetapi pada beberapa case, dimana jumlah pasangan kata tidak mencapai 20, diijinkan untuk menggunakan 10 atau 15 pasang kata. Fokus utama bukan pada jumlah kata nya, tetapi pada prosentase kemiripannya …. batas yang biasanya tim kami gunakan adalah 80%…..

  7. numpang naya mas. kira – kira untuk tahapan identifikasi karakteristik suara manusia yang baik itu gimana ya ma?
    minta link untuk paper yang berhubungan dengan analisis suara dong mas.
    mkasih sebelumnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s