Tingkat Tekanan Suara (Sound Pressure Level)

Setiap sumber suara akan menghasilkan instensitas suara yang berbeda-beda. Ilustrasi berikut dimaksudkan untuk memberikan gambaran, seberapa besar energi suara yang datang ke telinga kita apabila kita berada di dekat dan terpapar suara yang dihasilkan sumber. Penting untuk diketahui, supaya kita aware dalam menjaga telinga yang dititipkan kepada kita, serta tentunya aware terhadap telinga orang lain (apabila kita membunyikan suatu sumber suara).  Tingkat tekanan suara (Sound Pressure Level) menunjukkan seberapa besar perubahan tekanan yang dialami oleh medium (pada umumnya udara) dari kondisi setimbangnya. Misalnya  jika kita memberikan perubahan sebesar 20 mikro Pascal, maka telinga akan mempersepsinya sebagai suara dengan level 0 dB, sedangkan bila perubahannya sebesar 100 juta mikro Pascal, akan dipersepsi sebagai suara dengan level 140 dB.  So please, do take care your ears.

spl

5 thoughts on “Tingkat Tekanan Suara (Sound Pressure Level)

  1. Kok, belum ada tulisannya Pak…?
    Padahal penting banget Pak konsep ttg TTB ini. intinya akustik/bising kan ya di TTB ini..? kalu bisa ditambahin metode pengukurannya, penjumalah/pengurangan TTB dll

  2. Slamat siang pak

    saya mau tanya pak ,kita ketahui frekuensi yang dapat didengar manusia adalah 20 Hz sampai 20 Khz,tapi ketika kita mengukkur reverberation time kita pakai frekuensi tengah standar yaitu biasanya ada yang pake 63 hz ampe 8 Khz atau dari 125 hz ampe 4 khz,yang saya mau tanyakan mengapa kita tidak mengukur dari frekuensi 20 hz sampai 20 Khz ?apa alasan pendukung mengapa kita harus mengukur pada frekuensi 125 hz,250 hz,500 hz,1 khz,2khz,4khz ?
    apakah ada hubungannya dari kemampuan telinga manusia?
    kalau ia penjelasannya g mana?

    trims atas jawabannya pak
    GBU

  3. siang pak joko
    maaf mau tanya lagi pak

    mengapa penting di ukur parameter clarity 80 dan Definition 50?

    keduanya menggunakan konsep early dan late reverberation
    mengapa reverberation harus dibagi menjadi early dan late reverberation??

    mengapa tidak cukup hanya mengukur reverberation saja????

    WASALAM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s