Akustik Masjid

Masjid, dilihat dari fungsinya secara akustik, dapat digolongkan sebagai ruangan yang didesain untuk speech (percakapan). Semestinya, pada saat merancang masjid, desain akustik tidak boleh dikesampingkan. Hal-hal umum yang berkaitan dengan parameter desain akustik masjid dapat mengacu pada artikel saya sebelumnya tentang akustik untuk ruang percakapan.

Pada sisi yang lain, sebagai bangunan ibadah, ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi, misalnya kebutuhan akan keindahan, Grande (besar, sehingga orang yang masuk ke dalamnya merasa kecil dihadapan Nya), dan bersih. Untuk menciptakan kebutuhan lain tersebut, pada umumnya para desainer arsitektural dan interior masjid kemudian memilih menggunakan material-material yang memiliki permukaan keras dan berkesan bersih, seperti marmer, granit, GRC, keramik dsb. Apabila sisi akustik tidak dipertimbangkan, maka material-material tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya cacat akustik seperti echoe, flutter echoe, dan sound focusing, yang pada akhirnya akan mengganggu intelligibility (kejelasan mendengar suara ucapan) di dalam masjid.

 

Masjid-masjid besar di Indonesia pada umumnya dibangun dengan konsep masjid berkubah, karena kesan yang diberikan oleh bentuk kubah akan lebih memungkinkan orang yang berada dibawahnya merasa “kecil”. Bentuk kubah yang biasa kita jumpai pada masjid di Indonesia ada berbagai macam, mulai dari bentuk kubah sempurna (setengah bola), bentuk kubah kurang dari atau lebih dari setengah bola dan bentuk kubah bawang. Sebuah penelitian di Teknik Fisika ITB menunjukkan bahwa bentuk kubah sempurna cenderung memberikan gangguan akustik yang lebih signifikan dibandingkan dengan bentuk kubah yang lainnya. Sebuah masjid bisa memiliki kubah tunggal ataupun banyak. Problem akustik utama yang diakibatkan oleh bentuk kubah atau dome ini adalah adanya pemusatan suara, sehingga mengakibatkan suara tidak tersebar merata ke seluruh ruangan masjid. Beberapa tips yang berkaitan dengan bentuk kubah ini adalah:

  • Usahakan titik focus kubah jatuh pada daerah diatas telinga manusia ketika berdiri. (kubah sebaiknya tinggi). Bila titik focus tepat pada ketinggian telinga manusia saat duduk, sebenarnya akan menghemat pemakaian sistem tata suara, karena suara khotib akan mudah didengar diseluruh bagian tempat duduk jamaah. Tetapi, ingat bahwa kita tidak bisa menjamin bahwa jamaah tidak berbicara sendiri pada saat ada khotbah. Suara jamaah akan mengganggu jamaah lain dan khotib!
  • Bagian permukaan kubah yang menghadap ke dalam, sebaiknya terbuat dari bahan yang lunak (menyerap energi suara) atau memiliki permukaan yang tidak rata secara fisik  (misalnya dengan menggunakan ornament-ornamen timbul) ataupun secara akustik (dengan diffuser atau menggunakan variasi material keras dan lunak secara random)
  • Gunakan anti-dome atau anti kubah dari bahan transparan.

 

Selain kubah, masalah utama akustik dalam masjid adalah sistem tata suara (sound system). Seperti sudah saya sampaikan dalam artikel akustik ruang percakapan, pemasangan sistem tata suara hanya boleh dilakukan apabila kondisi akustik natural ruang sudah dicapai (sesuai dengan fungsinya). Sistem tata suara (loudspeaker dan teman-temannya) adalah alat Bantu untuk menciptakan kondisi mendengar yang lebih baik, tetapi dia BUKAN sistem untuk memperbaiki akustik ruangan. Bila ruangan anda memiliki cacat akustik seperti echoe, flutter echoe, sound focusing, dan dengung berlebihan, maka sebagus apapun system tata suara anda tidak akan bisa memperbaiki hal itu. Beberapa tips yang berkaitan dengan system tata suara berikut mudah-mudahan bermanfaat:

  • Bila masjid sudah didominasi oleh permukaan yang keras dan memiliki dome dan sudah tidak mungkin dilakukan perubahan apapun, jangan gunakan sistem Loudspeaker besar dan terpusat dibagian mihrab, tetapi gunakan loudspeaker-loudspeaker kecil yang terdistribusi merata. Sistem terpusat akan cenderung diset untuk menghasilkan suara yang besar, sehingga akan berinteraksi dengan dengung ruang dan menyebabkan ketidakjelasan suara ucapan. Sistem terdistribusi dapat diset sedemikian hingga volume system diatur pada level secukupnya sesuai dengan daerah yang dicover.
  • Khotib berbicara kepada jamaah dari posisi Mihrab, maka sistem tata suara yang dipasang harus menghasilkan suara yang berasal dari arah mihrab (jangan dari samping atau bahkan dari belakang jamaah). Untuk masjid dengan kondisi dengung yang tidak berlebihan, bila jarak mihrab ke bagian paling belakang jamaah tidak lebih dari 15-20 meter, posisikan loudspeaker pada bidang dimana mihrab berada. Bila panjang masjid lebih dari 20 m, tambahkan beberapa baris loudspeaker sesuai dengan kebutuhan, jangan lupa mengatur waktu tunda (delay) pada loudspeaker-loudspeaker tambahan itu sehingga kesan suara tetap berasal dari mihrab. Ingat, posisi kedua telinga saat sholat juga menghadap kiblat.
  • Setiap loudspeaker memiliki kurva daerah cakupan horizontal dan vertical yang akan menentukan posisi dan jumlah yang harus dipasang dalam ruangan sesuai dengan geometri ruang. Perhatikan karakteristik coverage tersebut saat anda membeli loudspeaker untuk masjid, dan arahkan pemasangannya sehingga titik tengah kurva coverage (sumbu loudspeaker) itu jatuh pada daerah jamaah berada, JANGAN memasang loudspeaker anda dengan sumbunya mengarah pada dinding belakang masjid (karena yang ingin mendengarkan suara adalah jamaah, bukan dinding!).
  • Clarity dan Intelligibility sangat dipengaruhi oleh frekuensi menengah dan tinggi (> 250 Hz), jadi untuk keperluan di masjid, aturlah equalizer sistem nya dengan mengoptimalkan setting pada daerah frekuensi tersebut dan minimalkan level pada frekuensi rendah.
  • Loudspeaker dengan harga yang mahal belum tentu akan cocok dengan setiap masjid, karena kondisi dan karakteristik pemantulan serta geometri masjid berbeda-beda.
  • Bila memungkinkan, pilih mikrofon yang paling bagus sesuai dengan budget yang ada, karena kunci sistem tata suara ada pada pemilihan mikrofon dan loudspeaker yang digunakan, BUKAN pada sistem-sistem diantaranya… (perhatikan juga pre amp yang digunakan pada mixer anda !!! ).

 

Beberapa tips lain berkaitan dengan akustik masjid:

  • Hindari permukaan keras yang sejajar, karena akan menyebabkan flutter echoe.
  • Hindari permukaan keras pada bagian dinding belakang masjid, karena akan menyebabkan echoe, terutama untuk masjid berukuran besar. Gunakan bahan yang lunak (absorber)  atau  diffusor, atau gabungan keduanya (abfusor).
  • Bila ada balkon, ceiling dibawah balkon sebaiknya dibuat dari material yang lunak (terutama bila lantai terbuat dari keramik/granit/marmer). Tambahkan loudspeaker kecil (terdelay) untuk mengcover daerah bawah balkon.
  • Jika memungkinkan, selalu gunakan material yang berbeda karakteristik keras-lunaknya secara akustik untuk menutup permukaan yang berhadapan.
  • Bila menggunakan jumlah loudspeaker yang cukup banyak dan terdistribusi, sebaiknya dilakukan pengelompokan (grouping), supaya bisa diatur penyalaannya sesuai dengan jumlah jamaah yang hadir (bila ruang ibadah terisi penuh, nyalakan semua group; bila hanya 3-5 shaft terdepan terisi, nyalakan group yang mengcover 5 baris terdepan itu saja, group yg lain dimatikan). Perhatikan setting delay untuk setiap loudspeaker.
  • Cek posisi penempatan loudspeaker masjid anda, karena gejala umum yang menyebabkan suara tidak jelas (intelligibility rendah) yang paling umum dijumpai di masjid-masjid di Indonesia adalah kesalahan posisi (penempatan) dan aiming loudspeaker.

Hal lain yang seringkali mengganggu kondisi akustik dalam masjid adalah bising latar belakang (noise). Sumber Noise utama yang dihadapi oleh Masjid adalah bising kendaraan bermotor, khususnya suara knalpot dan gesekan roda kendaraan dengan permukaan jalan. Hal ini merupakan masalah umum yang sering dihadapi oleh bangunan-bangunan di daerah tropis yang seringkali menganut sistem ruang dengan banyak bukaan udara. Manajemen pengendalian bising untuk masjid perlu di pertimbangkan pada saat tahapan desain, misalnya dengan menggunakan permukaan absorpsi di bagian dalam permukaan bukaan udara, dan mengusahakan menggunakan kaca yang lebih tebal, atau menanam pepohonan lebat di sekitar Masjid (pada bagian yang denkat dengan jalan raya.

Semoga bermanfaat.

29 thoughts on “Akustik Masjid

  1. Mas… saya punya masalah besar. Masjid di dekat rumah saya bentuknya kotak biasa dengan pintu masuk yang mengarah ke jalan. Letak masjid ini pas ditanjakan sehingga begitu ada motor (mobil) yang naik ke atas dengan suara yang kencang, maka suaranya masuk ke masjid dan mengganggu. Khutbah atau bacaan shalat akan tertimpa dengan suara mesin ini.

    Apa ada ide untuk mengatasi suara motor (mobil) ini?

  2. Thanks Pak Budi. Wah jadi ingat belum memasukkan faktor bising latar belakang (noise) ya dalam tips tentang akustik masjid. Noise memang jadi salah satu problem dalam akustik masjid di Indonesia karena konsep arsitektural nya yang terbuka (bangunan di daerah tropis). Beberapa hal berikut mungkin bisa membantu (secara umum):
    1. Tanam tumbuhan berdaun rimbun secara rapat pada pagar halaman
    2. Berikan lapisan penyerap suara pada lubang-lubang angin (krawangan).
    3. Tambahkan bahan-bahan yang bersifat menyerap suara di dalam ruangan, bisa berupa akustik treatment pada dinding, lantai dan langit-langit, atau ornamen dari bahan yang soft, sehingga suara yang masuk tidak terlalu banyak dipantulkan oleh interior masjid. (walaupun dengan menambahkan bahan penyerap juga akan meningkatkan sensitivitas orang di dalamnya terhadap noise)
    4. Bila ada budget yang sesuai, pembuatan sistem barrier absorptive dan diffusive pada pagar akan membantu.

    Tips yang khusus utk masalah yang Pak Budi hadapi perlu tambahan informasi Pak… kapan2 saya mampir ya ke masjidnya….. salam

    • salam kenal,
      mas mau tanya mesjid ku disukabumi sekarang mengunakan perangkat TOa rencananya ruangan dalam mesjid ukuran 20m x 30 m mau diiganti dengan speaker 10″ ,miker dan amplie apa yaa….yang bagus banget dgn anggaran 30 jtan
      perangkat apa yang cocok untuk ruang mesjid karena aku lihat di google banyak pilihan malah tambah tak ngerti mohon pencerahannya

      salam,
      zaka

  3. Salam kenal,
    Pak bisa nggak memperbaiki kualitas akustik masjid tanpa merepair secara fisik ? tiap minggu sekali saya ikut pengajian, namun suara ustad terdengar kurang jelas. padhal di tempat lain cukup jelas. Masjid ini tidak cukup kuno namun juga tidak cukup moder, kalau menurt saya bangunannya lebih mirip bentuk gereja. Mohon tanggapannya…
    Bagus,
    Teknik Fisika ITS ’05

    Salam kenal juga mas, jawabanya tergantung dari seberapa parah kualitas akustik nya saat ini. Kalo misalnya dicoba cek ustadz berbicara tanpa sound system, 3-4 baris shaft masih bisa mendengar dengan baik, maka sumber utama penyebab ketidak jelasannya ada pada sistem tata suara yang digunakan, bisa karena setting equalisasinya yang kurang pas, bisa juga karena posisi penempatan loudspeaker atau jenis loudspeaker yang digunakan tidak sesuai. Kalo kondisinya seperti itu, jawaban untuk pertanyaan mas bagus adalah “bisa”. Coba dicek penempatan loudspeaker, jumlah dan aimingnya. Kalo ada foto yang bisa dikirimkan ke saya mungkin lebih dapat memberikan saran yang sesuai.
    Tetapi, bila tanpa sistem tata suara, kondisi mendengar sudah mengalami dengung yang berlebihan, ya perlu dilakukan treatment fisik. Bisa dicek dengan bertepuk tangan didalam masjid.

  4. Oya Pak sekalian kalo bisa minta tutorial tentang methoda RASTI. Terima Kasih Sebelumnya

    Tentang RASTI, nanti saya coba tuliskan dalam artikel terpisah ya. Saya sendiri lebih sering menggunakan D50, STI dan C50 dibandingkan dengan RASTI. Walaupun untuk ruangan yang semi terbuka seperti pada umumnya masjid di Indonesia, RASTI mungkin lebih pas, karena disana dimasukkan faktor bising latar belakang. RASTI adalah STI yang dikompensasikan dengan kondisi bising latar belakanng (dan rhytm dari speech yang dianalisis).

  5. Hatur nuhun Pa tulisannya, manfaat banget buat sy,krn sy lg nyusun tugas akhir tentang waktu dengung ruangan. klo boleh sy mnta referensinya dong Pa, terutama yg menggunakan metode schroeder dan metode kawakami.yg versi bahasa indonesia aja. nnti kirim ke email sy Pa ya. hatur nuhun….

    wassalam……..

  6. assalamualaikum,

    wah keren banget tulisannya. semoga bermanfaat dunia akherat. Amiin.

    kalau boleh, ikut saya sebarkan di website – website ormas Islam ya pak. biar lebih bermanfaat. tentu saja dengan memenuhi etika me-recite tulisan seseorang.

    barangkali saja pak Djoko nanti dapat order untuk mendesain akustik ruang masjid dari MUI Pusat atau yang lainnya.

    wassalam

  7. salam kenal,
    saya ingin mengetahui teknik mendesain akustik ruangan untuk kondisi yang diperlukan, misal untuk ruang rapat, studio musik, aula, ruang kelas, dll. mohon informasi lebih lanjut.
    ilmu yang nanti didapatkan, akan saya tularkan ke siswa-siswa saya di sekolah
    terimakasih pak joko sarwono.

    terima kasih kunjunggannya Pak Aminuddin, untuk ruang rapat, aula dan ruang kelas: sudah saya tuliskan dalam “Akustik Ruang Percakapan“, karena ketiga ruangan masuk dalam kategori ruang percakapan. Untuk Studio musik, pada intinya kurang lebih sama dengan ruang percakapan, hanya perlu juga ditinjau soal modes analysis dan insulasinya. (ruang studio musik masuk pada kategori akustik ruang kecil, dimana modes akustik memegang peranan yang sangat penting).

  8. Ass. Wr. Wb

    Referensi dari bapak sangat bermanfaat…
    Klo boleh saya buat referensi di tugas akhir saya, boleh kan pak????
    Klo boleh saya mau menanyakan mengenai pengaruh posisi sumber dan penerima di aula. karena tgs akhir saya tentang itu pak.
    Kira2 variable (teori) apa saja yang mengenai itu??
    Saya kekurangan referensi pak.
    Mohon bimbingannya ya pak

    terima kasih banyak

    Monggo, silakan digunakan. Untuk parameter penting Acoustics di Aula, silakan dibaca di tulisan tentang acoustics of Room for Speech (Speech Room)

  9. Assalamu’alaikum

    Salam kenal,
    Saya masih kesulitan menggunakan softwere CATT-Acoustic untuk keperluan desain perbaikan studio televisi. Tutorial CATT-Acoustic yang ada saat ini masih belum bisa saya pahami dengan baik. Kalau seandainya Pak Joko Sarwono punya tutorial yang mudah dipahami, mohon dishare ke saya. Terima kasih sebelumnya.

    Wassalam

    Monggo, silakan mampir ke lab Akustik Teknik Fisika ITB mas… salam

  10. Pak mungkin kapan kapan bagus juga nulis tentang bagaimana cara cepat mengidentifikasi cacat akustik,
    kalau ga ada cara cepat setidaknya tau cacat akustik itu kaya gimana .

    Contohnya flutter echo itu yang kaya gimana, penyebabnya apa ?

  11. Selamat pagi Pak Joko ,
    Perkenalkan saya robin mahasiswa teknik fisika ITS surabaya, saat ini saya berada di semester akhir dan tugas akhir saya mengenai : optimasi desain interior untuk peningkatan akustik ruang : studi kasus gedung gereja GKI ressud sby.
    Pak saya mengalami kesulitan tentang nilai standart / rekomnedasi tentang RT mid ; EDT ; D50 ; C50 ; TS mid untuk karakter speech dan music pada bangunan gereja??
    Untuk diketahui bangunan gereja tempat saya penelitian ini menyerupai concert hall / auditorium. Apakah saya bisa menggunakan nilai standart untuk auditorium untuk membandingkan hasil olahan data yang saya peroleh nantinya ???
    Mohon penjelasan bapak
    Sekian dan Terima kasih!!

    Standard utk Gereja ada kok, coba cek di bukunya Beranek terbaru atau bukunya Cavanaugh (Architectural Acoustics). Tidak disarankan utk menggunakan standard auditorium untuk Gereja, kalo masjid bisa.

    salam dan maaf agak lambat balasnya

    Joko

  12. Assalamu’alaykum,

    Pak Joko tulisannya sangat bagus dan bermanfaat, barokalloh fika. Mohon maaf saya ingin bertanya langsung. Mesjid di kampus saya baru selesai direnovasi menjadi 4 lantai dgn disain ke-“arab-arab”an krn arsiteknya orang arab. Namun skrg kualitas soundnya belum memuaskan. Suara khotib terdengar kecil & tidak jelas di saf belakang.

    Bentuk fisik mesjid kubus seperti bangunan di mesir. Ruang sholat ada di lantai 2 & 3, msg2 luasnya 1000 m2. Material lantai marmer, atap beton, dinding depan kaca, dinding samping & belakang terbuat dari beton berbentuk jaring2 yg berlubang. Dinding ini dimaksudkan agar ventilasi udara besar. Tapi karena mesjid ini berada di pinggir jalan besar, maka efek lainnya adalah bising suara kendaraan jd sangat mengganggu.

    Saya belum pernah menguji sound natural dari mesjid ini. Sound system yg dipergunakan awalnya adalah 2 speaker dinding di depan & speaker kecil di langit2. Namun kualitas suaranya sangat buruk, sehingga speaker langit2 dinonaktifkan, dan sebaliknya digunakan 3 speaker berdiri utk menunjang.

    Pertanyaan saya, apa pendapat pak Joko ttg kondisi mesjid ini, dan apa yg bisa kami lakukan untuk memperbaiki kualitas suara mesjid ini? Banyak terima kasih, semoga amal baik Bapak dibalas berlipat ganda oleh Alloh.

    • Wa ‘alaykum salaam wr wb

      Terima kasih Pak Fachri atas kunjungannya ke blog saya yg sdh lama tdk saya update…:)…. kalau dilihat dari deskripsi yang Bapak sampaikan, problemnya saya duga ada di jenis loudspeaker dan penempatannya… Karena dinding samping dan belakang semi terbuka, saya duga tidak ada problem dengung yang panjang…. (walaupun akibat lain adalah suara bising dari luar yg cukup menganggu…..)….
      Solusi (perkiraan saja ya Pak, krn belum pernah kesana, ini di UI kah?):
      1. gunakan kombinasi central cluster loudspeaker di depan dan distributed loudspeaker untuk fill in area2 yg kosong (tdk terjangkau LS utama, jgn lupa gunakan daya kecil dan sistem delay utk LS terdistribusi tersebut.
      2. Utk mengatasi bisingnya, bisa digunakan vegetation di luar “Krawangan” or melapisi bagian dalam lubang2nya dengan bahan penyerap suara.

      Wassalam

      JS

      • Betul pak Joko, ini adalah mesjid UI Salemba. Kalau pak Joko ada waktu mohon tidak sungkan untuk mampir ke sini. Saya akan coba terapkan saran pak Joko di atas, memang saat ini kualitas dari loudspeaker belum begitu bagus (hal ini bahkan diakui oleh teknisi dari perusahaan loudspeaker tsb, menurutnya kualitas loudspeaker yg dipasang menjadi kurang bagus ketika dipasang di mesjid ini). Apa ada jenis loudspeaker tertentu yg sebaiknya dipasang di mesjid seperti ini pak?

        Terima kasih banyak atas jawaban yg diberikan, insyaAlloh sangat bermanfaat. Kami sangat berharap bisa berjumpa langsung dengan pak Joko, sekaligus mengundang pak Joko untuk menghadiri acara2 di mesjid ini. =)

  13. masya allah, bagus bener pak tulisannya. terima kasih sudah posting ini. saya sangat tertarik dengan akustik ruangan masjid. ini hal yang sering luput dari perhatian desainer masjid, padahal saya kira efek suara di masjid cukup “membantu” membuat suasana hati jamaahnya.
    tapi dengan teori bapak ini, kayaknya harus mendesain tata suara ruangan lebih dahulu baru mendesain bangunan. padahal owner/takmir biasanya minta desain dahulu.
    namun demikian tulisan bapak sekali lagi sangat menarik. apalagi kalau dilengkapi gambar dan animasi-nya.
    terima kasih banyak pak.

  14. salam kenal,
    mas mau tanya mesjid ku disukabumi sekarang mengunakan perangkat TOa rencananya ruangan dalam mesjid ukuran 20m x 30 m mau diiganti dengan speaker 10″ ,miker dan amplie apa yaa….yang bagus banget dgn anggaran 30 jtan
    perangkat apa yang cocok untuk ruang mesjid karena aku lihat di google banyak pilihan seperti merk mackie,jbl ,bmb, bose,b3 dll dan type dan model seperti apa malah tambah tak ngerti mohon pencerahannya untuk memilih nya

    salam,
    zaka
    0266-7008000

      • Mas Foto mesjidnya menyusul insya Allah besok
        sekedar gambar bangunan mesjid sekelilingnya bangunannya pakai kusen kaca
        jadi suara speaker tidak ada pantulan suara
        dan penempatan speker ditempat diatas tembok sudut mimbar / bangunan mesjid

        kira2 suond sistem apa yang baik sekali dan mesjid tersebut suka digunakan acara keagamaan setiap hari 2 besar sehingga perlu sound sistem yang bagus

        salam,
        zaka

  15. assalamu’alaykum pak joko sarwono. bagus sekali tulisannya. saya mau tanya, apakah bapak punya buku yang sudah diterbitkan? Saya mahasiswa skripsi yang membahas masalah akustik masjid yang ada kaitannya dengan bukaan. soalnya agak sulit kalau saya masukkan blog bapak sebagai referensi, bisa dimarahin dosen saya kalau sumbernya dari blog, padahal blog bapak cukup representatif.

    kalau buku bapak belum diterbitkan, apakah ada buku sebagai acuan skripsi saya, mengenai akustik masjid?

    mohon bantuannya ya pak🙂

    • WWW,

      Maaf agak telat dibaca, belum sempat dituliskan ke dalam Buku, blog ini saya anggap sebagai buku yg dinamik…;), tapi mudah2 an ke depan bisa dirangkum menjadi buku yg diterbitkan

      Buku yang membahas tentang akustik Masjid secara khusus rasanya belum ada, yg ada yang membahas tentang Kubah Masjid, silakan search dengan keyword Sentagi S. Utami + Michigan

      Salam

      JS

  16. Selamat siang pak, mau tanya. Kira2 pentingkah kita mengetahui nilai IACC ketika meneliti kondisi akustik suatu masjid?

    Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s