Forensic Speaker Identification

Seorang kolega menelpon minggu lalu yang intinya menanyakan apakah tertarik masuk ke domain baru (masih dalam akustik juga), yaitu Forensic Speaker Identification (FSI) salah satu bagian dari forensic acoustics. Bidang ini masuknya dalam speech technology yang beririsan dengan domain akustik. Selama ini saya lebih banyak berkutat dengan akustik dalam ruangan (dan sistem tata suara) yang menyinggung domain speech juga, tetapi sebatas pada speech comfort (intelligibility). Walaupun demikian, karena bergerak di bidang acoustics education, saya (dan group di TF) memang membuka seluas-luasnya spektrum penelitian kami di bidang akustik. Domain speech technology juga sudah kami explore sejak tahun 80 an, tetapi saat ini fokus group kami tidak disana.

Kembali ke masalah awal tadi, rupanya saat ini di Indonesia sudah mulai diperlukan expert di bidang FSI. Sejauh yang saya ketahui, memang belum ada orang di Indonesia yang mengkhususkan diri di bidang tersebut (mohon dikoreksi kalo pengetahuan saya ini salah-red).   Pada intinya FSI ini adalah membandingkan rekaman suara percakapan dari satu atau lebih suara percakapan dari orang yang “tidak diketahui identitasnya” dengan rekaman suara percakapan dari satu atau lebih suara percakapan yang diketahui identitas pembicaranya. Target yang ingin dituju adalah apakah kedua rekaman berasal dari pembicara yang sama, dengan membandingkan parameter speech nya misalnya formant dari center frequency ataupun cepstral coefficients. Penggunaannya tentu saja ada di proses pengadilan, misalnya suara yang tidak diketahui tadi berasal dari seorang tertuduh. Problem utama yang muncul adalah tentang probability dari hasil perbandingan tadi, seperti halnya yang terjadi pada test DNA. Banyak metode yang sudah dikembangkan untuk mengatasi masalah utama tersebut diantaranya Daubert method, Multivariate Likelihood Ratio dan Idiot’s Bayes.

Hayo siapa yang tertarik untuk terjun ke domain ini?…

6 thoughts on “Forensic Speaker Identification

  1. Saya pun menduga belum ada ahlinya. Tapi jangan kaget kalo tiba-tiba muncul ahlinya, di Indonesia ini bisa ada ahli yang didaulat oleh media massa pak! Dan “si ahli” yang didaulat itu memanfaatkan betul situasi itu. Ha-ha-ha….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s