Metode-metode untuk Menentukan Dimensi ruang yang Benar (bagian 2 dari 3)

Banyak rasio ruang optimum yang disarankan para ahli selama bertahun-tahun ini untuk mengatasi coloration. Pada dasarnya metode-metode tersebut dimaksudkan untuk mengendalikan modes ruangan, terutama untuk modes-modes frekuensi yang terkumpul dalam bandwidth yang sempit, dan juga untuk perubahan bandwidth akibat ketidakhadiran modes. Metode-metode penentuan rasio ruangan tersebut biasanya dimulai dengan persamaan matematik yang mendefinisikan frekuensi modes yang berada dalam ruangan dengan dinding rigid. Seringkali ukuran dimensi terbaik diberikan dalam bentuk rasio terhadap dimensi ruangan terkecil. Bolt [1] telah meneliti rata-rata jarak antar mode untuk mendapatkan jarak antar modes yang evenly spaced, walaupun dari sisi statistik pemakaian rata-rata suatu parameter tidaklah ideal, standard deviasi akan memberikan ukuran yang lebih baik. Rasio ruangan 2:3:5 dan 1: 21/3:41/3 (1:1.26:1.59 atau seringkali dibulatkan menjadi  1:1.25:1.6) diusulkan oleh Bolt, tetapi dia juga memberikan catatan bahwa masih banyak ukuran lain yang memenuhi kriteria jarak antar modes. Gilford [2] mendiskusikan metode yang lebih fleksibel dimana dilakukan penghitungan modes-modes frekuensi  dan dibuatkan list rasio ruangan yang memenuhi standard. Hasil list kemudian dikelompokkan dan diadjust serta dihitung ulang untuk mendapatkan distribusi modes yang merata dan memenuhi standard yang ada. Gilford juga menyatakan bahwa rasio 2:3:5 dari Bolt tidak populer lagi, dan modes axial harus lebih diperhatikan karena biasanya modes axial inilah yang menyebabkan banyak problem. Louden [3] menghitung distribusi mode untuk banyak rasio ruangan dan mempublikasikan sederet dimensi yang memenuhi kriteria berdasarkan standard deviasi dari jarak antar modes frekuensi yang memenuhi criteria evenly spaced modes. Metode ini menghasilkan rasio yang banyak dikenal dan dipakai orang 1:1.4:1.9.Batasan cara perhitungan yang sudah dilakukan adalah:

  • Perhitungan dan rasio dimensi ruangan hanya berlaku untuk ruangan persegi panjang dengan permukaan dinding, langit-langit dan lantai yang rigid.
  • Absorpsi/penyerapan energi suara oleh permukaan ruangan diabaikan.
  • Semua tipe modes (axial, tangential, oblique) diperlakukan sama.

Standard-standard dan rekomendasi-rekomendasi yang berkaitan dengan ukuran/rasio ruangan tersebut juga memberikan efek pada kebutuhan rasio dimensi ruangan untuk keperluan khusus, misalnya ruangan untuk listening test, broadcasting, dan sebagainya. Misalnya penelitian yang dilakukan Walker [4]. Walker menyatakan bahwa tujuan dari regulasi adalah untuk menghindari kasus terburuk, daripada memberikan solusi yang optimal. Sebagai konsekuensinya, rekomendasi-rekomendasi yang ada mencakup rasio dimensi ruang dengan range yang sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan matematik berikut, dimana Lx, Ly dan Lz adalah dimensi panjang, lebar dan tinggi ruangan.

RatioRuang

Methoda Baru

 Telah diperkenalkan sebuah metode baru yang dibuat berdasaran pembentukan response ruang yang paling merata (flat) terhadap modes-modes frekuensi untuk mendapatkan rasio dimensi ruang yang terbaik. Metode ini dibuat dengan menggunakan algoritma komputer untuk mendapatkan solusi yang terbaik[5]. Lebih dari itu, algoritma penentuan dimensi ruang ini telah dikembangkan lebih jauh (dibahas lebih detail dalam referensi [5]) untuk melihat dimensi-dimensi ruang yang robust (tagak) terhadap perubahan ukuran ruang akibat toleransi ukuran ruang dan konstruksi material yang digunakan dalam ruangan tersebut. 

“(c) University of Salford, www.acoustics.salford.ac.uk  

Referensi 

  1. R.H.Bolt. Note on the normal frequency statistics in rectangular rooms. J.Acoust.Soc.Am. 18(1) 130-133. (1946).
  2. C.L.S.Gilford. The acoustic design of talk studios and listening rooms. J.Audio.Eng.Soc. 27. 17-31. (1979).
  3. M M Louden. Dimension ratios of rectangular rooms with good distribution of eigentones. Acustica. 24. 101-104 (1971).
  4. R. Walker. Optimum Dimension Ratios for Small Rooms. Preprint 4191. 100th Convention of the AES. (5/1996).
  5. Trevor J Cox and Peter D’Antonio. Determining Optimum Room Dimensions for Critical Listening Environments: A New Methodology. Proc 110th Convention AES. paper 5353 (2000) 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s