Setiap sumber suara akan menghasilkan instensitas suara yang berbeda-beda. Ilustrasi berikut dimaksudkan untuk memberikan gambaran, seberapa besar energi suara yang datang ke telinga kita apabila kita berada di dekat dan terpapar suara yang dihasilkan sumber. Penting untuk diketahui, supaya kita aware dalam menjaga telinga yang dititipkan kepada kita, serta tentunya aware terhadap telinga orang lain (apabila kita membunyikan suatu sumber suara). Tingkat tekanan suara (Sound Pressure Level) menunjukkan seberapa besar perubahan tekanan yang dialami oleh medium (pada umumnya udara) dari kondisi setimbangnya. Misalnya jika kita memberikan perubahan sebesar 20 mikro Pascal, maka telinga akan mempersepsinya sebagai suara dengan level 0 dB, sedangkan bila perubahannya sebesar 100 juta mikro Pascal, akan dipersepsi sebagai suara dengan level 140 dB. So please, do take care your ears.

Kok, belum ada tulisannya Pak…?
Padahal penting banget Pak konsep ttg TTB ini. intinya akustik/bising kan ya di TTB ini..? kalu bisa ditambahin metode pengukurannya, penjumalah/pengurangan TTB dll
Maaf pak… gambarnya agak kurang jelas sedikit ^^
Slamat siang pak
saya mau tanya pak ,kita ketahui frekuensi yang dapat didengar manusia adalah 20 Hz sampai 20 Khz,tapi ketika kita mengukkur reverberation time kita pakai frekuensi tengah standar yaitu biasanya ada yang pake 63 hz ampe 8 Khz atau dari 125 hz ampe 4 khz,yang saya mau tanyakan mengapa kita tidak mengukur dari frekuensi 20 hz sampai 20 Khz ?apa alasan pendukung mengapa kita harus mengukur pada frekuensi 125 hz,250 hz,500 hz,1 khz,2khz,4khz ?
apakah ada hubungannya dari kemampuan telinga manusia?
kalau ia penjelasannya g mana?
trims atas jawabannya pak
GBU
siang pak joko
maaf mau tanya lagi pak
mengapa penting di ukur parameter clarity 80 dan Definition 50?
keduanya menggunakan konsep early dan late reverberation
mengapa reverberation harus dibagi menjadi early dan late reverberation??
mengapa tidak cukup hanya mengukur reverberation saja????
WASALAM